Oleh: mbahmbuh | Januari 25, 2011

POCONG

Sudah menggelincir waktu adzan Ashar saat itu ketika salah seorang kawan kami datang ke Saung, markaz kami. Dua barang ditentengnya seukuran setengah kertas A4 satu agak tebal sementara satunya tipis saja.

‘Lihat apaan’ pintaku, disodorkannya dua wadah yang ternyata isinya cakram padat. Satu bergambar gunung es di lautan dengan tulisan ‘The Iceberg that Make Titanic sank’ dan satu lagi didominasi warna biru dan gelap bertuliskan ‘DAYBREAKER’. Aku mengembalikannya segera setelah membolak-balik dan membaca sedikit resume di bagian sampul belakang, lalu sibuk lagi dengan obrolan sebelumnya dengan teman yang lain serta bersiap-siap sholat Ashar.

Setelah sholat Ashar selesai rupanya kawanku ini sudah mulai menonton isi cakramnya, DAYBREAKER ternyata pilihannya. Dia lalu dengan ribut dan antusias menceritakan isi film itu sambil asyik menontonnya.

Film Daybreaker bersetting dunia yang dipenuhi oleh vampire. Manusia yang takut mati memutuskan menjadi vampire agar hidup abadi. Sehingga di bumi, Vampire menguasai hampir semuanya dan membangun kehidupan selayaknya manusia. Pada dunia tersebut terdapat tentara, politikus, gelandangan yang semuanya adalah vampire. Bahkan ada perusahaan darah serta kedai kopi yang juga berbau vampire. Bukannya menggunakan gula sebagai pemanis, kopi dihidangkan dengan darah sebagai pemberi citarasa. Sementara itu manusia semakin kalah dari vampire dan menjadi hampir punah.

Tetapi membludaknya populasi vampire juga bermasalah terkait dengan ketersediaan pangan yaitu darah. Sebagian vampire pinggiran kekurangan darah dan kemudian menjadi sakit. Isu pencarian darah/pangan serta memproduksi pangan pengganti darah menjadi unsur penting film ini selain aksi manusia yang tinggal segelintir bertahan agar tidak punah.

–o0o–

‘Setan paling terkenal di luar negeri itu vampire dan werewolf’ kataku mengomentari cerita serunya film Daybreaker teman saya.

Iya, kalau mau coba menghitung film yang tema atau ceritanya tentang vampire pasti akan banyak sekali. Mulai dari, yang saya ingat, Bram stoker’s Dracula, Interview with the vampire, Blade jangan lupa, lalu yang menyandingkan vampire dengan werewolf sebut saja Underworld, seri Twilight, Van Helsing. Rasanya masih banyak lagi judul yang saya tidak tahu.

Lalu setan apa yang paling terkenal di Indonesia? Rasanya semua akan sepakat menjawab ‘pocong’. Berbagai-bagai film horor biasanya akan menampilkan pocong sebagai alat menakut-nakuti tokoh dan penonton. Bahkan variasi pocong pun mulai digarap meski kemampuan ke-setan-an pocongnya masih standar-standar saja, jauh dari kecanggihan yang ditunjukkan oleh vampire di Daybreaker. Paling-paling ngilang atau muncul di sisi kiri ketika sang tokoh menengok ke sisi kanan.

Teman saya masih mengulang ‘kekagumannya’ terhadap ide vampire yang sangat modern tadi. “Wuih, vampirenya sedang mengadakan penelitian untuk mencari sumber pangan pengganti darah yang mulai menipis, bahkan ada pabrik manusianya sebagai bahan penyuplai darah”

“Nah,” lanjut saya,

“Kenapa setan Indonesia tidak bisa sedemikian canggih,” pertanyaan yang langsung saya jawab sendiri

“Karena setan paling populernya pocong, yang bisanya cuma loncat-loncat.  Gak mungkin kan terus pakai laptop, bikin pabrik apalagi penelitian di lab, tangannya terikat.’

Tapi dasarnya ada hal penting lain yang ingin saya sampaikan ke teman-teman waktu itu selain canggihnya setan luar negeri dan terbatasnya setan lokal.

Rasanya belum ada yang bikin penelitian tentang pocong secara ilmiah.

1. Kapan sebenarnya mulai timbul cerita pocong.

2. Bagaimana awalnya muncul pocong,

3. Siapa pocong pertama,

4. Bagaimana (kriteria apa yang memungkinkan) seseorang yang sudah mati kemudian menjadi pocong,

5. Apa yang ditakuti oleh pocong,

6.Cara memusnahkan pocong,

Selain kalah canggih rupanya setan Indonesia kalah terdokumentasi dan tidak konsisten. Bandingkan jika pertanyaan diatas kita ajukan untuk vampire. Hampir semuanya bisa dijawab (saya jawab)

1.Cerita vampire telah banyak menjadi takhayul sejak jaman dulu, tetapi yang paling terkenal kemudian adalah Dracula (1897)

2.Vampire adalah mayat hidup dari seorang yang dulunya penyihir

3.  Yang paling terkenal adalah Dracula

4. Ketika orang digigit vampire maka dia juga akan menjadi vampire

5.Sinar matahari, salib dan bawang putih

6.dengan menusuk jantungnya dengan pasak, membakarnya dengan sinar matahari

(referensi :

pemahaman umum -yang dicucikan ke otak kita via buku, film dsb-

http://id.wikipedia.org/wiki/Vampire)

Hipotesa saya (tanpa menggunakan mekanisme ilmiah yang kuat) jangan-jangan sebenarnya Pocong itu termasuk setan yang sudah cukup tua. Yang mulai timbul atau beredar ceritanya pada abad ke-14-an seiring dengan perkembangan Islam, dan mungkin dulunya digunakaan sebagai propaganda anti Islam.

Alasannya:

Orang yang kalau mati dibungkus kafan dan ujung-ujungnya diikat sehingga menjadi pocong kan orang Islam, orang non muslim kalau mati tidak dipocongin. Karenanya ketika pocong itu populer menjadi setan, sama saja pemahamannya orang Islam matinya banyak tidak tenang dan akhirnya menjadi pocong.

Jangan-jangan dulu awal timbulnya cerita pocong adalah kampanye anti Islam dengan menyatakan orang Islam kalau mati gentayangan karena meninggalkan keyakinan lamanya dan merubah tatacara pengurusan kematiannya.

Sekedar dugaan saya saja ……..

-khafidzin-


Tanggapan

  1. subhanallah, ada hipotesa jg? he he

    • mau mencoba membuktikan ga nis?


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.