seri #2
Muhammad SAW
(ditulis pada 13 agustus 2006)
Kutipan dari nasyid berjudul Rasulullah yang didendangkan oleh Suara Persaudaraan:
Pernahkah engkau renungkan tentang hidup Rasulullah junjungan
Rela hidup dalam kesederhanaan pertahankan kehormatan
Lewati malam-malam yang kelam dalam keadaan lapar
Bersama segenap keluarganya tak dapatkan satupun makanan
Bahkan tak pernah menikmatinya dari atas meja makan
Tidur beralaskan tikar kasar terbuat dari kulit dan rerumputan
Hingga membekas pada punggungnya
Tak pernah kenyang di dalam hidupnya
Bahkan pernah tiga purnama
Tiada api menyala di rumahnya
Rasulullah junjungan kita
Rasulullah tauladan kita
Rasulullah uswah manusia
Paling bahagia hidupnya
Rasulullah junjungan kita
Rasulullah tauladan kita
Rasulullah qudwah manusia
Shalawat dan salam padanya
….
Nasyid ini mencoba menggambarkan tentang kehidupan Rasulullah Muhammad SAW yang sederhana, meskipun dari sudut duniawi terlihat kurang tetapi tetap Rasulullah adalah orang yang paling bahagia di dunia.
Pertanyaan penting ada di awal nasyid ini dengan ”pernah tidak kita mencoba merenungkan tentang hidup seorang yang kerap kita tuliskan pada kolom tokoh idola?”.
Rasul dijadikan Allah SWT sebagai uswatun hasanah (tauladan yang paling baik) sebagai contoh nyata seorang manusia yang berada pada taraf penghambaan yang sempurna.
Merenunglah tentang rasul, sahabat. Kita bersaksi-bersyahada t, bahwa rasul adalah utusan Allah. Utusan yang dijadikan sebagai manifestasi seorang muslim, mu’min, ’abid (hamba). Renungkanlah meski sebentar, berikanlah sedikit waktu kita untuk merenungkan seorang yang telah membawakan kepada kita cahaya keimanan. Seorang yang menyalakan pelita dalam dunia yang gelap oleh nafsu.
Pernahkah kita berharap bertemu beliau? bercakap-cakap? atau sekedar mecium wangi misk (minyak wangi) beliau.
……
Sudahkah amarah kita menggelegak ketika seseorang menghina beliau, semarah kita ketika ibunda, ayahanda atau pasangan kita dilecehkan?
Dunia mengakui keberadaan Muhammad SAW tanpa kecuali. Tetapi lebih banyak lagi yang ditutupi serta dibelokkan faktanya oleh dunia tentang kondisi yang sesungguhnya terjadi pada Nabi.
Banyak penulis yang memberikan informasi tentang kehidupan Nabi dengan shirah-shirah Nabawiyah yang menggugah hati dan membuka fikiran. Namun tak sedikit pula yang mengeluarkan berita-berita dan kampanye penuh kebohongan dan kebencian terhadap beliau.
Hinaan dan pelecehan seringkali diterima oleh manusia mulia ini sejak lama. Bahkan dari keluarga dan tetangganya. Bagaimana beliau dituduh sebagai orang gila, ahli sihir. Atau bagaimana bentuk penghinaan seorang Quraisy yang selalu melemparkan kotoran ketika Nabi lewat didepan rumahnya.
Berkata Abdullah bin Umar: ketika Nabi SAW sedang sujud di sekitar beberapa orang Quraisy, tiba-tiba ’Uqbah bin Abi Mu’ith datang dengan membawa kotoran binatang, lalu melemparkannya ke atas punggung Nabi SAW. Beliau tidak mengangkat kepalanya sehingga Fatimah ra membersihkannya dan melaknati perbuatan keji itu (HR Bukhari).
Ath Thabari dari Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa sebagian mereka (orang Quraisy) pernah menaburkan tanah di atas kepala Rasulullah SAW ketika beliau sedang berjalan di sebuah lorong Makkah, sehinga beliau kembali ke rumah dengan kepala kotor. Kemudian salah seorang anak perempuan nabi membersihkannya sambil menangis (Tarikhuth Thabari 2/344 dan Sirah Ibnu Hisyam 1/158 )[1]
Penghinaan terhadap Nabi tidak pernah berhenti dari masa ke masa. Yang ramai pada tahun 2005-2006 adalah penghinaan dengan membuat karikatur Nabi SAW oleh media massa di Denmark dan beberapa media lainnya di negara Eropa. Sebelum itu pernah seorang Yahudi mempublikasikan sebuah gambar berupa (maaf) babi memegang pena menuliskan kata Alqur’an di sebuah bentuk buku dan di pungung babi tersebut tertulis Muhammad. Masih banyak lagi jenis penghinaan yang dilontarkan oleh orang-orang kafir kalau kita hendak membuat daftarnya.
Pada kondisi tersebut, pertanyaan diatas perlu kita ulang : apakah amarah kita sempat membuncah? Apakah kita merasa sesuatu yang paling berharga milik kita dikotori?
Bisa jadi tidak memungkinkan bagi kita untuk berperang melawan orang yang menghinakan Rasul, kita mungkin juga tidak mendayakan diri kita untuk berbicara menangkis segala kampanye busuk tersebut. Maka cara terakhir yang diajarkan Rasul untuk menghadapi kemungkaran adalah dengan hati, meski itu menunjukkan betapa iman kita dalam tahap yang selemah-lemahnya. Cegahlah dengan hati.
Renungkanlah kehidupan Rasul, cintailah beliau, ikutilah tuntunannya, dan kemudian janganlah lupa untuk bershalawat kepadanya.
Biasakanlah bershalawat ketika nama beliau disebut. Shalawat merupakan bentuk kecintaan kita kepada beliau sebagai salah satu doa kita, sebagai sebuah pembelaan dan kampanye kita melawan kejelekan yang ditiupkan musuh Islam.
Bershalawat dengan hati, seraya berdoa beliau meridhoi kita sebagai bagian dari ummatnya,
Bahkan Allah SWT dan Malaikat pun bershalawat pada Nabi Muhammad SAW.
[lihat QS. Al Ahzab (33): 56]
[1] Sirah Nabawiyah. Sa’id Ramadhan Al Buthi

afwan, ana bisa minta file mp3nya?
ana sudah cari2 nasyid ini sejak lama.
jzk
Oleh: azkiya2008 on November 18, 2011
at 5:23 am
salam kenal mbak azkiya,
namanya sama kayak nama anak saya ‘Marhamah Nurul Azkiya’.
file mp3 nya ada, 6.5 Mb. kalau mau bisa dikirim via email,
(meskipun kayaknya bakal lama banget). ke?
saya tidak terlalu familiar dengan upload ke situs share-file, mohon maaf.
Ada link berikut http://filetram.com/download/ziddu/audio/8706569190/rasulullah-mp3 tapi saya belum cek apakah benar isinya atu bukan.
terima kasih sudah mampir…
Oleh: mbahmbuh on November 23, 2011
at 5:18 pm